Cari Blog Ini

Sabtu, 29 Juli 2017

Buku Nilai-nilai Kehidupan Masyarakat Buton: Sumbangan Kabhanti Anjonga Yinda Malusa untuk Revolusi Mental Indonesia

Karya Dr. Ali Rosdin
Identitas Buku: Nilai-Nilai Kehidupan masyarakat Buton: Sumbangan Kabhanti Anjonga Yinda Malusa untuk Indonesia
Diterbitkan oleh: Penerbit Oceania Press
ISBN : 978-6027-3713-09
Harga Pereskplar : USD 10 atau Rp.130.000/eksp

Culada Tape-tape: Peradaban Binongko Wakatobi Buton


 
Penulis: La Rabu Mbaru
Menjelaskan tentang Sejarah Lisan Binongko
Diterbitkan oleh Penerbit Oceania Press
Di Jual dengan Harga USD 8 / atau Rp.100.000ekseplar di luar ongkos kirim




Minggu, 14 Mei 2017

Keluarga dalam Novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode Karya Sumiman Udu dan Novel Kifujin A no Sosei Karya Ogawa Yoko



Oleh:
Rima Devi, FIB Universitas Andalas, rima_devi2004@yahoo.com



Abstrak
Foto Rima Devi.
Peneliti: Dr. Rima Devi
Novelis di belahan bumi manapun di dunia ini, pada umumnya tidak dapat melepaskan diri dari konsep keluarga untuk menggambarkan latar belakang para tokoh yang dimunculkannya. Gambaran keluarga inipun juga tidak terlepas dari lingkungan sosial pengarang sehingga karya sastra berupa novel dapat digunakan untuk menelaah keluarga melalui pendekatan sosiologi sastra. Keluarga Buton yang tergambar dalam novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode karya Sumiman Udu dan Keluarga Jepang yang tergambar dalam novel Kifujin A no Sosei karya Ogawa Yoko, masing-masingnya mempunyai ciri tersendiri dalam menggambarkan hubungan kekeluargaan dan interaksi antaranggota keluarga. Kedua novel ini merupakan novel dengan latar belakang keluarga dari budaya yang berbeda namun memiliki kesamaan dalam gambaran keluarga dari daerah Timur yang sama-sama menganut sistem kekeluargaan tradisional dan sekaligus keluarga modern. Bagaimana pengaruh sistem kekeluargaan tradisional mewarnai kehidupan masyarakat modern pada dua budaya yang berbeda yaitu keluarga Buton dan Jepang merupakan permasalahan pada tulisan ini. Kedua novel dianalisis menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan menggunakan konsep yang terdapat dalam sosiologi keluarga. Dari penelaahan kedua novel ini diketahui bahwa dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul dalam keluarga modern, ada kecendrungan untuk menggunakan tradisi-tradisi yang berlaku atau pernah diberlakukan dalam keluarga tradisional.
Kata kunci: Keluarga, Novel, Indonesia-Jepang, Buton

Senin, 08 Mei 2017

POTENSI PENGEMBANGAN DESA WISATA POSALU



Oleh:
Sumiman Udu


Kades Posalu dan Staf

Menikmati desa wisata Posalu membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama dari ibu kota kabupaten Wakatobi. hanya sekitar 5 kilo meter, kita akan tiba di bawah gunung Tindoi sebelah barat. Dari puncak Toliamba, anda melanjutkan perjalanan sekitar 100 meter, anda belok kanan menuju desa Posalu. Sekitar satu kilometer, anda akan menemukan kampung Tai Bhete dan teruslah ke ujung kampung, anda akan menemukan jalan setapak naik ke arah timur laut. Di sebelah kiri jalan, anda akan memasuki jalan setapak, dan sekitar lima puluh meter, anda akan menemukan kantor Desa, di sana anda dapat menikmati kopi ala kadarnya.

Minggu, 07 Mei 2017

Teori Pementasan Tradisi Lisan



Oleh: Sumiman Udu
Dalam upaya untuk menjelaskan tentang kata pementasan, Jan Vansina (2014: 52) mengatakan bahwa pementasan dalam tradisi lisan adalah pengisahan kisah. Dalam pementasan lisan, seorang pendongeng dan atau pelantun (dalam nyanyian) akan duduk dan dikelilingi oleh pendengar untuk mengisahkan sebuah kisah. Dalam pementasan tradisi lisan (nyanyian) seorang pelantun akan duduk untuk memainkan gitar, gambus dan biolanya untuk mengiringi syair-syairnya yang disusun dan dikomposisi pada waktu bersamaan. Sementara penonton duduk di sampingnya untuk mendengarkan pementasan atau pengisahan tersebut. Dalam pementasan ini, penonton terkadang terlibat aktif, sehingga dapat mempengaruhi komposisi skematik dari tradisi lisan.

Jumat, 28 April 2017

Seminar Nasional: Literasi, Sastra dan Pengajarannya



Anak-Anak Bajo yang berangkat ke Sekolah
Perjalanan literasi suatu bangsa menentukan perkembangan kebudayaan bangsa tersebut. bangsa-bangsa yang memiliki kebudayaan yang tinggi, secara tidak langsung berhubungan dengan dukungan aspek literasinya. Finliandia sebagai negara dengan sistem literasi terbaik di dunia, memiliki juga sistem pendidikan yang nomor satu di dunia.

Rabu, 12 April 2017

Integrasi Wakatobi dalam Jaringan Pelayaran dan Perdagangan



Kisah Awak Perahu Lambo, Mereka yang Berpiring Duralex”.
                                Harian Kompas (Jakarta) 11 Februari 1983
 Oleh: La Ode Rabani
Image result for piring makan duralexBerita yang dimuat Harian Kompas dengan judul di atas adalah kisah mengenai Wakatobi pada tahun 1983.  Wakatobi pada era ini sedang aktif dalam perdagangan keluar negeri. Dengan memiliki para pelayar, pedagang, modal, dan sarana transportasi yang memadai, maka barang-barang rumah tangga yang berkualitas tinggi dapat hadir di Wakatobi, melebihi kualitas produksi di dalam negeri. Tanda tanya besar pun hadir dalam suasana itu, di antaranya bagaimana mungkin masyarakat sebuah kawasan kepulaun kecil, jauh dari daratan pulau-pulai besar, jauh dari perbatasan dengan negara lain, dan jauh dari pelabuhan besar mampu menghadirkan barang-barang “mewah” untuk ukuran periode tahun 1980an?

Buku Nilai-nilai Kehidupan Masyarakat Buton: Sumbangan Kabhanti Anjonga Yinda Malusa untuk Revolusi Mental Indonesia

Karya Dr. Ali Rosdin Identitas Buku: Nilai-Nilai Kehidupan masyarakat Buton: Sumbangan Kabhanti Anjonga Yinda Malusa untuk Indonesia Di...

ARCHIVES